PLT Direktur Polbangtan YoMa kunjungi Smart Green House di Bogor

0
18

Plt Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang (YoMa) Dr Rajiman didampingi Wakil Direktur I Dr Ananti Yekti, Kabag Umum Hari Sudharto, dan perwakilan dosen Dr Setya Budhi Udayana melakukan kunjungan ke Smart Green House (SGH) Polbangtan Bogor. 

Kunjungan itu dilakukan di sela mengikuti kegiatan Rapat Teknis Pendidikan Vokasi Kementerian Pertanian yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Januari 2021.

Pada kunjungan tersebut, Direktur Polbangtan Bogor Dr Siswoyo menjelaskan bahwa bangunan SGH merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) bekerja sama dengan Badan PPSDM Pertanian.

“Hal itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa) bagi mahasiswa Polbangtan,” katanya.

Plt Direktur Pobangtan YoMa Dr Rajiman mengungkapkan hal yang senada. “Mengingat bahwa sekarang kita sudah memasuki era industri 4.0, pemanfaatan sarana TeFa yang sarat teknologi sebagai media pembelajaran merupakan suatu hal yang mutlak agar mahasiswa mampu bersaing di dunia usaha dan industri pertanian saat lulus nanti,” katanya.

Rajiman menegaskan bahwa sarana prasarana pembelajaran yang telah dimiliki selalu dioptimalkan untuk menunjang proses pembelajaran termasuk jika nantinya Polbangtan YoMa memperoleh bantuan SGH hasil kerja sama intensif antarunit eselon 1 Kementan. 

“Untuk mewujudkan misi menuju pertanian modern, prinsipnya kita harus mampu memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi kegiatan usaha tani. Efisiensi yang tinggi tentunya akan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani yang diharapkan dapat berdampak positif terhadap kesejahteraan petani,” katanya.

Mengutip arahan Mentan Dr Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan bahwa salah satu langkah untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern yaitu dengan dibangunnya SGH di Politeknik yang akan menjadi percontohan bagi pendidikan pertanian. 

“Untuk mencapai kemampuan teknis dan manajerial di bidang pertanian, sistem pembelajaran yang dikembangkan di lembaga pendidikan vokasi pertanian harusnya dibuat semirip mungkin dengan dunia usaha dan dunia industri (Dudi), salah satu upayanya ya pembangunan SGH ini,” kata SYL dalam acara peresmian SGH Polbangtan Bogor pada Desember lalu.

Kepala Badan PPSDMP Prof Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa TeFa sebagai salah satu model pembelajaran di Polbangtan harus diintegrasikan dalam kurikulum, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang “qualified job creator” dan “qualified job seeker”.

“Prasarana dan sarana pembelajaran di Polbangtan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan capaian kompetensi yang telah ditetapkan, antara lain melalui dibangunnya SGH,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.