Kembangkan Usaha di Tengah Kuliah Online, Petani Milenial Polbangtan Petik Buah Manis dari Usaha Sari Lemon

0
226

Berawal dari minat dan pemikiran yang sama, 6 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) olah potensi Lemon di Kabupaten Temanggung  jadi produk minuman berkhasiat beromzet jutaan rupiah.

Adalah Firman Nuranis Sidiq, Ani Sukawati, Ilham Adi Irfansyah, Ayu Hanifah, Khoirul Rahman Nanda, dan Anisa Warda Belahamahta, muda-mudi kreatif asal Temanggung yang dipertemukan berkat sama-sama berhasil lolos menjadi Mahasiswa Polbangtan YoMa pada tahun 2020 lalu.

Keenam muda-mudi ini menyadari bahwa pertanian di wilayahnya menjanjikan potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik. Hal tersebut menginspirasi mereka untuk membentuk kelompok wirausaha dengan nama King Agriculture.

Kebetulan mereka merupakan angkatan yang memulai perkuliahan saat pandemi COVID 19 mulai mewabah. Tak hilang akal, mereka memanfaatkan waktu luang selama kuliah daring untuk menjalankan aksi usahanya.

“Saat pengumuman penerimaan mahasiswa di Polbangtan YoMa tahun 2020 lalu, kami saling mencari teman satu daerah. Berawal dari obrolan ringan tentang pertanian, ternyata kami berenam saling nyambung dan sama-sama punya minat untuk berwirausaha, jadilah kami membentuk King Agriculture,” kenang Ani saat menceritakan awal berdirinya King agriculture.

Awal merintis usaha ini, pilihan mereka jatuh pada komoditas lemon. Bermodalkan lemon hasil panen dari kebun salah atu anggota tim, Firman Nuranis Sidiq, mereka menjajakan lemon premium yang sudah melalui proses sortir.

“Kebetulan keluarga saya punya lahan seluas 3000 meter persegi yang ditanami lemon, kami belajar berwirausaha dari situ. Lemon hasil panen kami sortir menjadi grade A dan B, sehingga dapat dijual dengan harga berbeda dan lebih menguntungkan,” kata Firman.

Namun sayangnya, dari hasil sortir ini ada lemon-lemon yang tidak masuk grading dan tidak diterima oleh penjual karena kurang diminati pembeli dan berakhir menjadi limbah. Tidak berhenti disitu, mereka berinovasi mengolah lemon non grade tersebut menjadi minuman sari lemon dengan merek “Si Lemon”.

“Petani memang biasanya membuang lemon dengan ukuran kecil, karena konsumen kurang berminat. Dengan melalui tahapan beberapa kali trial, membaca jurnal penelitian, hingga konsultasi ke orang yang ahli di bidang pengolahan hasil pertanian kami membuat sari lemon yang tetap segar dan dapat disimpan dalam waktu yang lama,” imbuhnya.

Dengan pengolahan, tentu buah lemon menjadi produk yang lebih efektif, ekonomis dan efisien. Tidak disangka, produk ini diminati oleh konsumen terlebih saat pandemi, banyak masyarakat yang mencari minuman peningkat imunitas.

Kini King Agriculture sudah mampu mengolah lebih dari 100 Kg lemon segar per bulannya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku per bulannya kini mereka bekerjasama dengan petani lemon binaan P4S Agro Kirana Desa, Kecamatan Kranggan, Temanggung.

“Dalam satu bulan kami bisa mengolah sekitar 100 kg lemon segar, karena untuk memproduksi 1 botol Si Lemon ukuran 250 ml, kami membutuhkan sekitar 1 kg lemon segar. Kami bersyukur kini berkat Si Lemon, kami juga dapat bekerjasama dengan petani setempat,” terang Firman.

Peminat minuman berkhasiat ini datang dari berbagai kalangan, bahkan kini mereka juga mulai merambah pasar on line dan beberapa café di Yogyakarta.

“Sebagai bagian dari milenial yang hidup di era pesatnya perkembangan iptek, tentu kami memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti facebook (@king Agriculture), Instagram (@King.Agriculture), dan berbagai marketplace sebagai tempat memasarkan produk. Bahkan sekarang kami juga mulai memasok produk ke café-café yang ada di Yogyakarta,”paparnya.

Kreatifitas para mahasiswa baru ini sangat diapresiasi oleh Direktur Polbangtan YoMa, Bambang Sudarmanto. Ia mengatakan bahwa mahasiswa yang potensial seperti ini akan terus didorong dan diberikan dampingan supaya lebih berkembang.

“Beberapa kali produk mereka saya lihat sudah mengisi di berbagai pameran yang diselenggarakan oleh Kementan maupun pihak lainnya. Tentu akan kami dorong dan dampingi lewat berbagai program penumbuhan wirausahawan petani milenial agar lebih maju,” tandas Bambang.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengungkap bahwa keberhasilan pertanian Indonesia ada di tangan para agropreneur muda.

“Saya meyakini bahwa para agropreneur muda ini yang akan mampu melanjutkan pembangunan pertanian. Mereka mampu mendongkrak produktivitas pertanian dan yang akan mampu menghasilkan materi yang besar di sektor pertanian. Sektor pertanian ini bak merpati tak ingkar janji bagi siapa saja yang mau berusaha,” ujar Dedi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, “Yang pertama adalah petani mienial, yang kedua adalah orang yang menguasai pertanian modern termasuk didalamnya Internet of Things (IoT) dan yang ketiga, adalah pertanian yang berbisnis,” tegasnya.

TINGGALKAN PESAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda disini