Atasi Permasalahan Pertanian, Dosen Polbangtan Kementan Ajak Kolaborasi Penyuluh Gencarkan Penelitian Aplikatif

0
149

Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki tugas utama menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya yaitu kegiatan penelitian.

Melalui Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM), Polbangtan YoMa ajak Penyuluh se-DIY untuk berkolaborasi melakukan penelitian aplikatif guna mencari solusi terhadap masalah pertanian yang ada di lapangan.

Gagasan tersebut dicetuskan oleh Direktur Polbangtan YoMa, Bambang Sudarmanto, saat membuka acara Koordinasi Penyelenggaraan Kegiatan UPPM Tahun 2022. Menurutnya, penelitian merupakan salah satu langkah awal yang dapat dilakukan untuk memetakan permasalahan di lapang sekaligus menawarkan solusi pemecahannya.

“Kita lihat peta permasalahan di lapangan kemudian kita cari solusinya bersama, bisa dengan penelitian, kajian atau kaji terap,”ujarnya.

Pada tahun 2022 ini UPPM Polbangtan YoMa menawarkan fasilitasi penelitian baik yang berasal dari internal Polbangtan YoMa maupun dari Pusat Pendidikan Pertanian. Bambang juga berharap seluruh civitas akademika Polbangtan YoMa dapat produktif memanfaatkan peluang tersebut.

“Paling tidak ada tiga penelitian yang berkolaborasi dengan BPP di masing-masing wilayah, dan harapannya penelitiannya bersifat aplikatif sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Penyuluh menjadi penting karena hasil penelitian yang bersifat ilmiah ini memerlukan penerjemahan untuk disampaikan kepada petani.

“Penyuluh yang bisa dan mampu menerjemahkan bahasa ilmiah menjadi bahasa petani yang lebih awam dan mudah diterima, sehingga hasil-hasil penelitian ini dapat menjadi solusi, menjawab permasalahan yang dihadapi,” pesan Bambang.

Kegiatan Penelitian mendesak untuk  dilakukan seiring dengan makin kompleksnya permasalahan pertanian di lapangan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga turut menyoroti pentingya hal tersebut.

“Kita tidak boleh berspekulasi menghadapi permasalahan pertanian di tengah-tengah kondisi global yang terkontraksi, tidak jelas, nggak pasti ini, jadi itu yang menjadi salah satu konsen kami bahwa penelitian dan pengembangan pertanian harus menjadi perhatian serius bagi kami,”paparnya.

Selaras dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa pertanian di era modern tidak bisa terlepas dari penerapan hasil penelitian.

“Untuk itu berbagai hasil penelitian diaplikasikan untuk meningatkan produktivitas tanaman pertanian,” ujar Dedi.

Dari hasil penelitian ini diharapkan akan muncul solusi bahkan inovasi-inovasi baru dalam menangani masalah pertanian, atau lebih jauh sekaligus dapat dikembangkan menjadi kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti kegiatan Praktek Kerja Lapangan atau pendampingan bekerjasama dengan Dosen dan Mahasiswa.

TINGGALKAN PESAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda disini