Perluas Wawasan, Mahasiswa Polbangtan Kementan Roadshow Kunjungi DUDI

0
18

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang kunjungi sejumlah Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Malang, Jawa Timur. Peserta yang terdiri dari Mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura (AH) ini diajak fieldtrip mengunjungi beberapa lokasi guna melihat dan belajar secara langsung pengelolaan agribisnis.

Peningkatan kapasitas Mahasiswa dan Tendik ini tidak terlepas dari amanat Mentri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), bahwa kualitas mutu pendidikan vokasi mempunyai peran penting untuk menghasilkan petani milenial berkualitas.

“melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan dan siap untuk hal-hal baru,” kata SYL.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi berharap pendidikan vokasi pertanian dapat menhasilkan SDM pertanian berkualitas yang dapat meneruskan cita-cita pembangunan pertanian Indonesia.

“Maka melalui pendidikan vokasi, kementan melahirkan SDM yang kompetitifsebagai tenaga kerja kerja pertanian yang andal dan unggul (job seeker), serta sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, profesional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin (job creator),” ujar Dedi.

Lokasi yang pertama dikunjungi pada kesempatan filedtrip kali ini yaitu TEFA Polbangtan Malang. Disambut oleh Rika Despita, para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan Tenaga Pendidik ini belajar cara pengelolaan TEFA secara menyeluruh. Keberadaan TEFA sebagai salah satu sarana pembelajaran di lembaga pendidikan vokasi, mneurut Despita, merupakan hal yang vital. TEFA memang dirancang menyerupai Dunia Kerja dan Dunia Industri sehingga mahasiswa vokasi dapat merasakan atmosfer DUDI dalam suasana pembelajaran.

“TEFA sebagai sarana pembelajaran sesungguhnya di lapangan wajib memiliki fasilitas yang layak agar mempermudah dalam mencapai kurikulum yang ditentukan,” ujar Despita.

Usai melihat pengelolaan Polbangtan Malang, peserta berkunjung ke BPP Ketindan guna mempelajari seluk beluk tanaman biofarmaka. Hal ini menjadi penting karena pengeolaan Biofarmaka merupakan salah satu ciri khas atau pembeda Polbangtan Yogyakarta Magelang dengan Polbangtan lainnya.

“Pengelolaan Biofarmaka mulai dari budidaya hingga pemasaran memang menjadi salah satu ciri khas prodi AH di Polbangtan YoMa. Bahkan salah satu TEFA kami, sekaligus laboratorium AH, di Kebun Sempu dikhususkan untuk pengembangan Biofarmaka bekerjasama dengan DUDI, disana kegiatan pengelolaan biofarmaka sudah sangat lengkap dengan peralatan pengolahan yang mumpuni,” ujar Siwitri Munambar, Sekretaris Jurusan Pertanian Polbangan Yogyakarta Magelang.

Selain dua tempat sebelumnya, para calon petani milenial ini turut diajak menilik agribisnis Jambu Kristal milik Pusat Penyuluhan Pertanian Swadaya (P4S) Bumiaji dan Bisnis Olahan Apel di CV Bagus Agriseta. Bisnis Jambu Kristal milik P4S Bumiaji ini bukan hanya sekedar bisnis biasa, karena dalam prakteknya mereka merangkul dan membina petani binaan sebagai mitra bisnisnya.

“Di sini mahasiswa bukan hanya sekedar belajar bisnis namun juga belajar menjadi agrosociopreneur, yang bisa memberikan dampak pemberdayaan dari bisnis yang digeluti kepada masyarakat sekitarnya,” lanjut Siwitri.

Sementara, di CV Bagus Agriseta, Syamsul Huda selaku owner berbagi pengalaman dirinya mengelola bisnis dari bahan baku apel yang tidak lolos sortir di pasaran. “Sejak tahun 2001 kami mulai mengolah apel-apel Malang yang tidak masuk sortasi menjadi aneka panganan. Mulai dari olahan keripik, dodol, minuman, dan aneka snack lainnya,” terang Huda.

TINGGALKAN PESAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda disini