Didatangi 3 Young Ambassador YESS, Mahasiswa Polbangtan Kementan Termotivasi Jadi Agropreneur Milenial

0
140

Sebanyak tiga orang perwakilan Young Ambassador YESS Programe Kementerian Pertanian datangi Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA). Adalah Nurul Ihsani, Ade Putra Daulay, dan Rayndra Syahdan, pemuda-pemudi yang kini telah sukses malang melintang di berbisnis di sektor pertanian.

Jadwal kegiatan yang padat tidak menyurutkan ketiganya untuk berbagi pengalaman dan memotivasi para mahasiswa yang sudah menantinya. Mereka berbagi pengalaman membangun bisnis sejak usia yang terbilang belia. Nurul Ihsani, mojang cantik asal Cianjur pemilik usaha Buynana Chips ini mengatakan bahwa yang melatarbelakanginya memulai bisnis di usia muda yaitu keinginannya untuk bisa membahagiakan diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

“Yang jelas kita hidup ini bukan untuk memenuhi ekspektasi orang lain, luruskan dan mantapkan niat adik-adik untuk menjadi pengusaha muda di bidang pertanian, agar tidak mudah terdistraksi dengan orang lain,” ujarnya.

Nurul juga menambahkan bahwa sejatinya ada dua hal yang membuat orang bergerak yaitu sadar akan keadaan atau tertampar akan keadaan, “Saya harap teman-teman semua tergerak untuk menjadi wirausahawan di bidang pertanian karena benar-benar sadar. Sadar bahwa ini adalah kebutuhan kita semua, sadar bahwa bidang ini menjanjikan potensi yang luar biasa. Bukan menunggu terdesak, baru tergerak. Karena untuk memulai usaha itu butuh keberanian dan untuk membesarkannya butuh ilmu.”

Senada dengan Nurul, Young Ambassador asal Riau Ade Putra Daulay mengatakan bahwa hal pertama yang harus dilakukan yaitu memulai dan dukungan lingkungan mempunyai andil besar, “Semua hal besar terjadi karena ada keberanian untuk memulai. Lebih baik kita berbuat meski tidak sempurna, daripada kita diam dalam kesempurnaan. Dan saya katakan bahwa faktor lingkungan itu penting untuk mendukung kita berkembang di sektor pertanian, menjadi wirausaha di bidang pertanian.”
Ade yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua Umum PEMURI (Petani Muda Riau) menututurkan kisahnya memulai bisnis di bidang pertanian. Usai menyelesaikan pendidikan Strata satu dan Strata dua, Ade mulai fokus terjun di sektor pertanian khususnya Integrated Farming. Ia mengintegrasikan antara budidaya cabai dan usaha ternak kambing.

“Pengalaman di lapangan menjadi guru yang berharga dari setiap proses yang saya jalani, akhirnya saya menyimpulkan untuk membangun usaha pertanian secara terintegrasi,” uangkapnya.

Melalui wadah PEMURI, Ia juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun jejaring pemasaran dengan label Rumah Pangan Madani. Selain itu Ia juga mengajak petani muda Riau memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran.

Ditambah dengan kehadiran Rayndra Sayhadan, yang juga salah satu alumni kebanggaan Polbangtan YOMA, mahasiswa yang hadir semakin terpantik semangatnya. Pada kesempatan waktu yang tidak banyak itu mereka manfaatkan untuk berialog langsung dengan para tamu inspiratif ini.

“Sangat menginspirasi, ternyata beliau-beliau ini penuh perjuangan untuk memuali bisnisnya hingga jadi seperti sekarang,” ujar Bagas, salah satu Mahasiswa Tingkat 3 Polbangtan YOMA.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama jajarannya di Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong anak-anak muda termasuk kalangan milenial mau bertani. Dia meyakini generasi muda menjadi penentu kemajuan pertanian nasional.

Menurut Mentan SYL, estafet petani selanjutnya berada pada pundak generasi muda. Sebab, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. “Generasi milenial adalah masa depan sektor pertanian. Generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk pertanian. Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, dunia dalam genggaman mereka,” paparnya.

Sementara pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mempertegas pendapat Menteri SYL. Menurutnya, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.

“Mereka (petani milenial) diharapkan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Apalagi, sudah banyak petani milenial yang kini telah menjadi pengusaha sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir,” kata Dedi.

TINGGALKAN PESAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda disini