Pantau Ketersediaan Pangan, Kementan Pastikan Kabupaten Pangandaran Aman

0
64

 

PANGANDARAN – Pada Hari Raya Natal 2022 dan jelang Tahun Baru 2023, Kementerian Pertanian kembali menerjunkan seluruh jajarannya untuk terjun ke lapangan untuk memantau dan mengawal ketersediaan komoditas pangan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan kepada seluruh pejabat Kementan untuk turun langsung ke pasar untuk memantau harga pangan agar masyarakat tenang karena pemerintah hadir dan itu hasil kerja keras kita semua.

“Tugas kita menjaga ketersediaan pangan, Presiden juga minta kepada semua Menteri dan semua pihak yang terkait dengan pertanian untuk mempersiapkan ketersediaan pangan kita di Natal dan Tahun Baru,” tegas Syahrul.

Berdasarkan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, langsung mengerahkan seluruh pejabat UPT dibawah BPPSDMP untuk langsung turun ke lapangan.

“Bahan pangan sangat dibutuhkan menjelang Nataru, karena itu kita meminta agar seluruh jajarannya baik di pusat dan daerah bekerja efektif dan maksimal untuk memastikan bahan pangan khususnya 12 komoditas pangan strategis tersedia di masyarakat,” ucap Dedi.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang sebagai salah satu UPT dibawah BPPSDMP langsung menerjunkan timnya melakukan monitoring dan pengawalan ketersediaan dan harga pangan pokok di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada hari Kamis (29/12).

Bersama dengan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kab. Pangandaran, Jawa Barat, Polbangtan YoMa yang diwakili oleh Wandi Darmawan melakukan monitoring 12 bahan pangan pokok, diantaranya daging sapi, ayam, telur, beras dan cabai. Berdasarkan hasil monitoring kondisi ketersediaan pangan menjelang natal dan tahun baru (Nataru) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dalam keadaan aman tidak terjadi defisit.

Terjadi kenaikan harga pangan pada komoditas telur ayam (harga Rp. 31.000) dan minyak goreng curah (harga 16.500),komoditas bawang merah dari Rp.30.000 menjadi Rp.31.300, cabai besar dari harga Rp. 35.000 menjadi Rp. 40.000 dan cabai rawit dari harga Rp. 40.000 menjadi Rp. 46.600, kondisi tersebut dikarenakan permintaan yang cukup tinggi, ujar Wandi.

Upaya yang dilakukan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat untuk menjaga stabilitas pasokan pangan yaitu dengan monitor ketersediaan dan stok komoditas pangan dengan prognosa kebutuhan dan ketersediaan, memetakan situasi ketersediaan pangan surplus dan defisit.

Menurut Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kab. Pangandaran, Dedi Surachman “Pemantauan harga dilakukan setiap minggu, di tiga Pasar milik pemerintah Kabupaten Pangandaran yaitu Pasar Pananjung, Pasar Kalipucang dan Pasar Parigi serta menjelang natal dan tahun baru dilakukan Sidak Pasar bersama Bupati Pangandaran, Jawa Barat”.

Selain itu untuk mendekatkan akses pangan dilakukan Gelar Pangan Murah (GPM) yang dapat diakses oleh masyarakat Kabupaten Pangadaran” imbuhnya.

TINGGALKAN PESAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda disini