PNS SAKIT JIWA dan SELINGKUH

Suasana tanya jawab dalam acara pembinaan pegawai lingkup Jurusan Penyuluhan Pertanian Rabu, 6 Maret 2013

pertanian.polbangtanyoma.ac.id – Untuk kali kedua pada tahun 2013 ini, pembinaan pegawai lingkup Jurusan Penyuluhan Pertanian kembali diselenggarakan dalam rangka menyegarkan ingatan seluruh pegawai dalam memenuhi tugas pokok dan fungsinya sebagai PNS.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung Serbaguna Jurluhtan Yogyakarta pada hari Rabu, (6/3) kemarin. Kegiatan yang dihadiri seluruh pegawai itu dimulai pukul 09.00 WIB dan berahir hingga sore. Mengawali  sambutannya Ketua STPP Magelang mengajak untuk seluruh pegawai merawat rohani atau jiwa dan juga raganya agar segala tugas yang diemban dapat dijalankan dengan baik. Dalam kesempatan itu pula Drs GUnawan Yulianto,MM.,MSi  menganalogikan orang-orang yang bekerja tidak sesuai dengan aturan main yang sudah berlaku sebagai orang yang sakit jiwa. ” Permentan 68 itu sudah jelas disana aturannya kapan harus masuk dan pulang kantor. Kalo kita tidak mentaati peraturan tersebut berarti bukan fisiknya yang sakit dan ada hal yang harus diperbaiki dari jiwanya” paparnya.

Acara pembinaan kali ini membahas banyak hal terkait tentang acuan perilaku PNS dalam lingkungan kerja dan pemaparan langkah-langkah strategis dalam menjalankan visi misi Jurluhtan, serta sosialisasi lanjutan mengenai kewajiban setiap PNS untuk membuat Sasaran Kerja Pegawai atau yang sering disingkat SKP yang rencananya akan diberlakukan mulai 2014 dan diuji cobakan mulai bulan Juni 2013 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama Pembantu Ketua I, Dr.Ir.Sapto Husodo,MP ketika memaparkan pentingnya SKP menghimbau agar pegawai mulai merubah orientasi bekerja yang selama ini terkesan bahwa PNS itu adalah aparat yang selalu harus dilayani setiap kemauannya oleh Negara.

“ Paradigma berfikir kita jangan semata-mata menjadi PNS itu adalah untuk pengembangan karir diri kita saja, tetapi mari kita sebagai PNS itu sebagai pelayan” tegasnya. Kedepan PNS yang tidak membuat SKP juga tergolong ke dalam indisipliner karna tolak ukur prestasi pegawai akan ditentukan dari capaian SKP yang diraihnya, disamping nilai perilaku kerja (DP3) yang ditunjukkan dengan baik.

Terkait  dengan indisipliner pegawai di tempat terpisah, Ir.Heriyanto,MS ketika memimpin apel Kamis,(7/3) pagi menyatakan bahwa sebagian  PNS telah melakukan selingkuh, tetapi dalam konteks ini “Selingkuh itu jangan diartikan yang ngeres-ngeres” ungakapnya. Bahwa betapa banyak pegawai sejak awal disumpah menjadi  PNS hingga sekarang sering melakukan cidera janji, bahkan pakta integritas yang setiap tahun ditandatangani sebagai janji sering diselingkuhi dan hanya tinggal goresan kertas tak bermakna.[JK]

Leave a Reply

Skip to content