Upaya Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) menumbuhkan petani milenial di Kabupaten Kebumen mendapat Apresiasi Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala Distapang Kabupaten Kebumen Ir H Tri Haryono kepada Plt Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman saat acara pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis Petani Milenial, Selasa (16/2).
“Polbangtan YoMa merupakan inisiator penumbuhan petani-petani milenial di Kabupaten Kebumen. Hadirnya Polbangtan YoMa memberikan geliat positif dalam pembangunan pertanian dan kami sangat mengapresiasi upaya tersebut,” kata Tri Haryono saat menyerahkan penghargaan.
Target Kementerian Pertanian mencetak 2,5 juta petani milenial pada tahun 2024 diterjemahkan dengan baik oleh Polbangtan YoMa melalui kegiatan penumbuhan dan pembinaan petani milenial di berbagai daerah.
Kegiatan pendampingan petani milenial yang dijalankan sejak tahun 2019 itu berhasil mencakup beberapa wilayah di Provinsi DIY (Kabupaten Sleman dan Kulon Progo) dan Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Cilacap dan Kebumen).
Upaya Polbangtan YoMa menginisiasi, membina, dan mendampingi kegiatan petani milenial tersebut turut diapresiasi oleh Dinas Pertanian setempat, salah satunya oleh Distapang Kabupaten Kebumen.
Penumbuhan petani milenial merupakan salah satu program strategis yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian. Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, hal ini untuk mewujudkan pembangunan pertanian melalui kaderisasi petani yang kini didominasi oleh generasi tua.
Syahrul optimistis target tersebut bisa tercapai, sehingga pertanian di Indonesia akan meningkat. “Saya mempersiapkan kurang lebih 2.5 juta petani milenial dalam lima tahun ini, dan saya yakin target pasti tercapai jika kita saling berkolaborasi,” ujar Syahrul.
Pada kesempatan berbeda, Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa BPPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian akan mendukung upaya penumbuhan petani milenial.
Dedi menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan vokasi pertanian untuk membentuk SDM unggul yang siap bekerja di dunia usaha dan dunia industri, serta mencetak pelaku usaha pertanian andal serta kreatif.
“Lembaga pendidkan vokasi harus mampu mencetak lulusan yang berkualitas baik sebagai ‘job seeker’, ‘job creator’, dan harus mampu menumbuhkan pengusaha pertanian milenial baik yang berasal dari alumni maupun masayarakat di sekitarnya,” katanya.
Perlu diketahui, selain penghargaan dari Distapang Kabupaten Kebumen, Polbangtan YoMa juga diberi penghargaan oleh Dispertan Kabupaten Cilacap terkait kegiatan Pembinaan Petani Milenial.
Capaian tersebut menjadi dorongan positif bagi Polbangtan YoMa untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi petani milenial di berbagai daerah.
“Kami berterima kasih kepada instansi daerah yang telah memberikan apresiasi terhadap upaya yang Polbangtan YoMa lakukan untuk menumbuhkan petani-petani milenial. Namun perlu menjadi catatan bahwa hakikatnya capaian ini merupakan keberhasilan bersama dari hasil kerja sama kita selama ini,” kata Rajiman.
